Syarat Nikah Dalam Islam

Rukun dan syarat dalam ibadah menjadi pilar penting yang pasti selalu ada karena berkaitan dengan sah atau tidaknya suatu amalan.

Referensi

 Abu al-Baqa Musa al-Husaini al-Qarimi al-Kafawi, Al-Kulliyat: Mu’jam fi al-Mushthalah wa al-Furuq al-Lughawiyyah (Kairo: Dar al-Hadis, 2014), 451.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/syarat

 Abdul Hamid Hakim, Mabadiul Awwaliyyah (Jakarta: Maktabah As-Sadiyah Putera, tt), 6.

 Abu al-Baqa Musa al-Husaini al-Qarimi al-Kafawi, Al-Kulliyat: Mu’jam fi al-Mushthalah wa al-Furuq al-Lughawiyyah (Kairo: Dar al-Hadis, 2014), 453.

 Abdurahman al-Jaziri, Kitab al-Fiqh ala al-Mazahib al-Arba’ah al-Juz IV (Beirut: Dar al-Fikr, 2008), 17.

 Rohmat, “Kedudukan Wali dalam Pernikahan: Studi Pemikiran Syafiiyyah, Hanafiyyah dan Prakteknya di Indonesia” Jurnal Al-‘Adalah 10, no. 2 (Juli, 2011), 167.

 Abdurahman al-Jaziri, Kitab al-Fiqh ala al-Mazahib al-Arba’ah al-Juz IV (Beirut: Dar al-Fikr, 2008), 12, 17, 18.

Halaman: 1 2
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *